Melihat Pertandingan Voli Duduk

Aku juga melihat pertandingan voli duduk APG yang berlangsung pada tanggal 18 Desember 2011. Aku melihat Indonesia melawan Myanmar tapi Indonesia kalah. Para pemainnya hanya punya kaki satu. Mereka bermain dengan cara duduk. Kalau ngejar bola harus ngesot. Karena harus duduk netnya harus dipendekkan. Kalau smas tetap harus duduk. Pertandingannya sangat seru. Pemainnya terlihat semangat. Kalau mendapat point pemainnya suka loncat-loncat kegirangan. Continue reading

Bertemu Atlet Thailand

Pada  hari Sabtu tanggal 17 Desember 2011 aku kembali melihat acara ASEAN PARA GAMES juga disebut APG. Aku melihat satu pertandingan yaitu pertandingan bulu tangkis di Sritex Arena. Aku juga berkenalan dengan atlet bulu tangkis dia berasal dari negara Thailand dia bernama Oew Niphada dia memberi  pin bergambar ASEAN PARA GAMES. Oew adalah atlet berkaki satu dia harus memakai kaki palsu. Mama mengobrol dengan Oew tentang penyebab kakinya putus. Ternyata penyebabnya adalah ditabrak mobil saat dia berusia 15 tahun. Tetapi dengan kaki satu itu tak membuat dia patah semangat. Dia akan melawan Indonesia tapi kalah padahal dia pasangan ganda campuran yang hebat. Dia hanya mendapatkan medali perak berati atlet kita lebih hebat lagi.

Mama, aku dan atlet bulutangkis APG dari Thailand bernama Oew Niphada (Foto: bapak)

Melihat Pertandingan APG

Pada hari Jum’at  tanggal 16 Desember 2011 aku melihat acara ASEAN PARA GAMES  atau disebut APG. Aku melihat beberapa pertandingan. Pertama aku melihat bertandingan renang di kolam renang Tirtomoyo. Suasananya sangat ramai. Ada tiga orang yang pertanding. Perenangnya hanya memiliki satu kaki. Mereka ada dua orang dari Indonesia dan satu orang dari  Filipina. Aku mendukung tim Indonesia dengan memberi semangat dan bertepuk tangan. Tapi Indonesia kalah. Continue reading